Berita Terbaru

Waka Polres Tabanan Hadiri Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana ke-73

Polda Bali – Polres Tabanan.  Dalam rangka memperingati hari Puputan Margarana yang ke 73 tahun 2019 bertempat di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Br. klaci, Desa Marga Dauh Puri, Kec Marga, Kab. Tabanan dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana Rabu, 20/11/2019.

Upacara dimulai pada pukul 08.45 wuta selaku inspektur upacara Wakil Gubernur Bali, Dr.Ir, Tjok Oka Arta Ardana Sukawati,M.Si, Komandan Upacara Pasi Bin Puan Ter Korem 163/Wsa Mayor Arh. Pande Made Sudarta dan sebagai Perwira Upacara Pasi Persdim 1619/Tabana Kapten Chb. M. Ilham.

Hadir dalam upacara ini :

– Forkopimda Provinsi Bali.

– Pejabat Kodam IX/Udayana

– Kapolda Bali yang diwakili Dir Sabhara Polda Bali Kombes Pol.  Drs. I Wayan Pinatih

– Pejabat Polda Bali beserta jajaran

– Wakil Bupati Tabanan DR. I Gede Komang Sanjaya, S.E., M.M.

– Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan Ni Made Sinariyati, S.H., M.H.

– Ketua Pengadilan Negeri Tabanan I Gusti Ayu Susilawati.,S.H.,M.H.

– Waka Polres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti, S.H.

– Undangan Kabupaten/Kota

– Instansi Vertikal

– Perguruan tinggi negri/swasta

– Organisasi Keagamaan dan kemasyarakatan

– Konsultan Jendral

– Bank Pemerintah / swasta

– Keluarga Pahlawan.

Peserta upacara diantaranya Pasukan Gabungan Perwira Polda Bali dan Kodam IX Udayana, Pasukan Gabungan Polwan Polda Bali, Kowad,  Kowal dan Kowara,  Pasukan bersenjata Gabungan dari TNI AD,  TNI AL dan TNI AU, Pasukan bersenjata Brimobda Bali,  Barisan ASN dan Barisan SMA/SMK.

Adapun Amanat Inspektur Upacara yang membacakan sambutan dari Gubernur Bali yang pada Intinya menyampaikan Sebagaimana kita ketahui bersama sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa Puputan Margarana merupakan suatu peristiwa heroik dari pasukan Ciung Wanara bersama-sama rakyat yang dipimpin Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kembali tanah tumpah darah kita dalam peristiwa itu para pahlawan kita berjuang sampai pada tetes darah penghabisan sehingga peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Puputan Margarana memiliki makna pengorbanan dalam peperangan membela kebenaran dan keadilan mempertahankan harkat dan martabat serta kedaulatan bangsa merupakan perjuangan surah ikhlas dan bukan pengorbanan yang sia-sia sebagai penghargaan atas hal itu kita memperingati peristiwa Puputan Margarana.

Setiap tahun upacara peringatan itu bukan hanya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Kemerdekaan yang kita nikmati tetapi sekaligus refleksi terhadap jati diri sebagai bangsa bermartabat oleh para pejuang peristiwa Puputan Margarana tanggal 20 November 1946 patut dijadikan contoh dan teladan oleh semua komponen masyarakat pada era kekinian dalam mengisi kemerdekaan untuk mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera adil dan makmur sejalan dengan hal tersebut maka tema yang diangkat dalam peringatan saat ini adalah semangat tidak tumbuh kembangkan pahlawan masa kini harus ditumbuhkembangkan di era kekinian untuk melahirkan pahlawan masa kini.

Salah satunya adalah kebersamaan dalam perbedaan tugas dan fungsi masing-masing wujud Kesejahteraan Sosial dalam konteks budaya kita memiliki nilai-nilai kearifan lokal, antara lain nilai-nilai yang terkandung dalam konsep tersebut pada hakekatnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah negara kesatuan Republik Indonesia dan keselarasan yang meliputi perairan, tumbuhan, manusia dan alam semesta atau berakhir di keluargaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bercermin dari nilai-nilai perjuangan masa lalu yang diadaptasikan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan pada masa sekarang ini maka momentum peringatan Hari Puputan Margarana ke-73 tahun 2019 ini saya mengajak seluruh Bali dan meningkatkan rasa solidaritas sosial dengan semangat dan nilai-nilai luhur kepahlawanan guna mewujudkan kesejahteraan sesuai dengan visi pembangunan yaitu semesta berencana menuju Bali era baru yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam dari beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia yang sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno berdaulat secara politik ekonomi dan kebudayaan serta rencana dan terintegrasi dengan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sah saya mengajak semua komponen masyarakat dan bangsa kita Bung Karno jangan sekali-kali meninggalkan sejarah Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya.

Dalam upacara ini dilaksanakan serah terima panji-panji I Gusti Ngurah Rai yang ditandai dengan penandatanganan oleh Wakil Gubernur Bali.

Diakhir kegiatan upacara dilaksanakan pemberian piala penghargaan kepada para pemenang kegiatan Napak Tilas serta pemberian buku tentang perjuangan Puputan Margarana kepada Wakil Gubernur Bali dan para undangan lainnya.

Kegiatan diakhiri dengan pertunjukan iring-iringan Mepeed dari Banjar Kelaci dilanjutkan peletakan karangan bunga dan tabur bunga oleh Inspektur upacara diikuti seluruh tamu undangan.

Seluruh rangkaian kegiatan Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana ke – 73 Tahun 2019 berakhir pada Pukul 10.05 wita berjalan tertib dan lancar.

Facebook Comments