Berita Terbaru

Sat Reskrim Polres Tabanan Ungkap Kasus Pengoplosan Gas LPG

Bedasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A / 60 / XII / 2015 / Reskrim, tanggal 29 Desember 2015, tentang pengoplosan gas bersubsidi ( pemindahan isi tabung gas LPG bersebsidi dari tabung gas 3 kg dipindah / dioplos ke tabung gas 12 kg ), sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 dan pasal 53 undang – undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yaitu setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 ( enam ) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000 ( enam puluh miliar rupih ).

Terkait dengan perihal tersebut diatas pada hari Rabu, tanggal 30 Desember  2015 jam 12.00 wita, bertempat di Mapolres Tabanan, Kapolres Tabanan AKBP PUTU PUTERA SADANA, SIK, MHum, MM, didampingi oleh Kabag Ops, Kasat Reskrim dan para Kasat fung, telah dilaksanakan kegiatan Press Release kasus pengungkapan pengoplosan Gas LPG bersubsidi,  yang berhasil diungkap oleh Sat Reskrim Polres Tabanan, pelaksanaan giat diliput oleh Wartawan Cetak dan wartawan Elektronik, menghadirkan Tersangka dan menggelar Barang bukti yang berhasil disita Penyidik ( perkara dalam proses penyidikan ).
Kejadian perkara hari Senin, tanggal 28 Desember 2015 sekira  jam 21.30 wita, TKP Banjar Dinas Sanggulan, Desa Banjar anyar, Kec. Kediri, kab. Tabanan. Pelaku / Tersangka   atas nama LASARUS S,  umur 32 tahun, laki-laki, agama Kristen, suku Timor, pekerjaan Swasta, alamat tinggal Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani, Kec. Mengwi Kab. Badung, alamat asal Desa Bena, Kec. Amanuban selatan Kab. Timor Tengah Selatan ( TTS – NTT ).

Mudus Operandi Pelaku membeli gas  LPG bersubsidi ukuran 3 kg di beberapa warung dan pangkalan di wilayah Mengwi-Badung, selanjutnya dibawa di gudang di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar. Ke. Kediri, Kab. Tabanan, selanjutnya Gas bersubsidi 3 kg dipindahkan ke dalam tabung gas LPG ukuran 12 kg memakai alat bantu berupa pipa besi penghubung, hasil oplosan dijual kembali ke warung yang berada disekitar Kediri- Tabanan dan Mengwi- Badung.
Barang – bukti yang berhasil disita :

  • 229 ( dua ratus dua puluh sembilan) tabung gas LPG isian 3 kg ( berisi gas )
  • 27 (dua puluh tujuh) tabung gas isian 3 kg  dalam keadaan kosong
  • 64 (enam puluh empat ) tabung gas isian 12 kg keadaan kosong
  • 1 (satu ) buah tabung gas LPG isian 12 kg keadaan berisi gas.
  • 25 (dua puluh lima ) buah es balok ikuran plastik 1 kg
  • 33 (tigas puluh tiga) buah pifa besi alat penghubung1 ( satu buah ) alat timbangan digital)
  • 1 ( satu) buah kalkulator merk ESA – 913
  • 1 ( satu buah ) senter kecil berwarna hijau
  • 217 ( dua ratus tujuh belas ) tutup segel gas.
  • 9 ( sembilan )  buah plastik pembungkus tutup segel gas.
  • 1 (satu ) unit suzuki Pick up, warna hitam, No.. Pol. DK 9903 FQ beserta STNK atas nama Gede Bagus Rai Hendra Sudana alamat Jeroan Abian Base, Kec. Mengwi- Badung.
  • Satu unit Suzuki Pick up No. Pol : DK 9676 HJ beserta STNK atas nama LASARUS S, (pelaku)

Kronologis singkat kejadian Pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2015 petugas mendapatkan imformasi bahwa disekitar Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar ada kegiatan pengolosan gas LGP. Kasat Reskrim Polres Tabanan memerintahkan Kanit IV melakukan lidik. Hasil lidik didapati pada salah satu gudang tercium bau gas dan menemukan ada salah seorang mengoplos gas LPG, lanjut pada hari Senin tgl 28 Desember  2015 dengan dipimpin Kasat Reskrim melakukan penggrebegan di sebuah dugang dan berhasil mengamankan tersangka / pelaku,  menyita BB di bawa ke Polres Tabanan untuk proses penydikan lebih lanjut. Pada saat dilakukan penggrebegak pelaku sedang mengoplos gal LPG 3 kg dengan cara memasukkan kedalam tabung gas ukuran isi 12 kg memakai  alat bantu sebuah pipa, dan pelaku mengakui mengetahui cara melakukan pengoplosan  dari temannya  sewaktu bekerja sebagai karyawan di salah satu agen di wilayah Mengwi- Badung.

Facebook Comments