Berita Terbaru

Rakor Pemetaan Potensi Konflik Sosial di Wilayah Tabanan

Dalam rangka mencegah terjadinya konflik sosial, dengan harapan Wilayah hukum Polres Tabanan tetap terjaga dan kondusip, kehidupan warga masyarakat antar golongan ( Suku, agama, dan Ras ) hidup berdampingan berjalan dengan normal. Terkait prihal tersebut pada hari Selasa tanggal 02 Agustus 2016 jam 09.00 – 12.00 Wita, bertempat di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, dilaksanakan rapat koordinasi membahas dan mendatakan wilayah yang berpotensi terjadinya konflik social, Pimpinan rapat adalah  Kapolres Tabanan AKBP PUTU PUTERA SADANA, S.I.K., M.Hum.,M.M.

Peserta Rapat :

–     Para Kabag Polres Tabanan.

–     Para Kasat fung Polres Tabanan.

–     Para Kapolsek jajaran Polres Tabanan.

–     Para Perwira Staf Polres Tabanan.

–     Perwakilan Kanit/Kasi Polsek jajaran.

–     Para Bhabinkamtibmas masing – masing Polsek mengahadirkan 10 orang anggota.

Pokok bahasan Langkah antisifasi dan mendatakan wilayah yang berpotensi terjadinya konflik sosial

di jajaran Polres Tabanan.

PELAKSANAAN / JALANNYA RAPAT  :

I.   ARAHAN DAN PENEKANAN KAPOLRES TABANAN.

Rapat koordinasi dipimpin dan dibuka oleh Kapolres Tabanan AKBP PUTU PUTERA SADANA, S.IK.,M.hum., M.M., diawali mengecek kehadiran peserta Rapat ( para Kabag, Kasat, para Kapolsek dan para Bhabinkamtibmas ) selanjutnya Kapolres Tabanan memberikan arahan dan penekanan yang terkait dengan upaya-upaya mencegah dan penanganan konflik sosial.  adapun arahan dan penekanan Kapolres Tabanan yang menjadi perhatian kita bersama diantaranya sbb :

a.  Merujuk dan mencermati kejadian kerusuhan di Tanjung Balai Sumatera Utara, sesuai dengan pemberitaan yang kita simak di media massa, pada hari Jumat malam tanggal 29 Juli 2016 telah terjadi kerusuhan massa yang berbau sara,  massa merusak beberapa tempat Ibadah dan bangunan yayasan Sosial, bahkan sampai melakukan pembakaran beberapa kendaraan.

b.  Kejadian tersebut menurut imformasi bermula dari salah seorang etnis Tionghoa melakukan protes terkait adzan Masjid yang terlalu keras, sampai kemudian menimbulkan adanya kesalah pahaman antar warga, dan kesalahpahaman tersebut selanjutnya diposting di medsos dibumbui isu-isu negative sehingga menyulut kemarahan massa dan terjadinya kerusuhan.

c.  Yang perlu kita garis bawahi adalah dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat dan canggih, dalam waktu yang sangat singkat dapat menyulut kemarahan massa, kejadian tersebut tidak metutup kemungkinan bisa terjadi ditempat kita, untuk itu segera lakukan langkah-langkah antisifasi : paling tidak dengan cara memberikan pemahaman kepada warga masyarakat supaya jangan percaya dengan isu-isu yang tidak benar.

d.  Kepada para Kapolsek dan para Bhabin saya perintahkan supaya mengetahui  dan kenali betul wilayahnya, datakan dengan benar dan petakan kembali potensi kerawanan social yang dapat dan berpotensi menimbulkan konflik social, sekecil apapun permasalahan yang ada jangan dianggap remeh, kemudian laporkan. Laporannya jangan selalu aman dan aman,   kalau dilaporkan selalu aman berarti tidak bekerja,  Ya…tidur saja,  maksudnya naluri kita harus berpikir pd hal yang terburuk sehingga kita selalu berbuat dan bekerja.

e.  Khusus untuk para Bhabin dimanapun dan kemanapun anda bertugas, jangan lupa membawa buku catatan ( buku saku) sekecil apapun permasalahan yang anda temui catat, kemudian catatan pada buku saku itu dirumah disalin lagi pada buku khusus misalnya Regester, untuk bahan laporan.

II.   PAPARAN POTENSI KONFLIK SOSIAL TAHUN 2016 POLRES TABANAN.

1.   Paparan Potensi Konflik di Wilayah Kecamatan Tabanan oleh IPDA I GST NGR SUKARATA, S.Sos. ( Kanit 3 Sat Intelkam Polres Tabanan ) :

  • Kasus tapal batas Banjar Cengolo denganBanjar Kalang Anyar Desa Sudimara, Kec. Tabanan, pihak yang berkonflik adalah warga Banjar Cengolo denganwarga Banjar Kalang Anyar.  permasalahan yang menimbulkan Potensi konflik sosial adalah : BR. KALANG ANYAR MEMASANG TAPAL BATAS BANJAR ADAT DI SEBELAH SELATAN JALAN MASUK MENUJU LAPANGAN YANG DITOLAK OLEH BR. CENGOLO DAN TAPAL BATAS YANG TELAH DIPASANG AKHIRNYA DICABUT OLEH WARGA BR. KALANG ANYAR, permasalahan tersebut masih ditangani oleh Majelis Alit Kec. Tabanan dan kedua belah pihak menunggu keputusan namun apabila dari salah satu pihak melakukan tindakan / pemasangan tapal batas akan terjadi kasus serupa.
  • Kejadian IDA AYU STITI  melaks giat persembahyangan / kebaktian di rumah pribadi yang di gunakan sebagai rumah Ibadah dan mendatangkan Pendeta serta Jemaat dari luar Ds. Wanasari, Permasalahnya adalah :  warga masyarakat Desa Wanasari tidak menghendaki IDA AYU STITI mendatangkan Jemaah dari luar daerah untuk bersama-sama melakukan giat persembahyangan dirumahnya.

2.   Paparan Kapolsek Tabanan KOMPOL IDA BAGUS PUTRA, S.H, dan anggota BHABINKAMTIBMAS yang bertugas di Desa Sudimara dan Desa Wanasari. Menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan dan gambaran situasi terakhir di dua Desa tersebut.

3.  Paparan Potensi Konflik di Wilayah Kecamatan Kediri oleh  IPDA I GST NGR SUKARATA, S.Sos.     ( Kanit 3 Sat Intelkam Polres Tabanan ) :

  • PEMASANGAN PATUNG BUNG KARNO DI SIMPANG 4 KEDIRI KEC. KEDIRI OLEH PEMDA TABANAN,  warga masyaraka yang mengatasnakan warga Kec. Kediri ( Laskar Bali, Korlap Alas Kedaton, Cakra wahyu dan pemerhati Budaya )tidak setuju terhadap pemasangan patung Bung Karno mengantikan patung Wisnu Murti sebagai kepercayaan masyarakat Hindu.
  • PENCEMARAN LINGKUNGAN / BAU DAN SUARA MESIN PABRIK PLASTIK  ENVIRO VALLETS BALI, warga penyanding dan Masyarakat Br.Tanah bangKediri, tidak setuju dengankeputusan pabrik plastik Enviro Vallets  beroprasi selama 24 jam dibagi menjadi 3 shift,  masyarakat menilai pihak pabrik telah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan tentang pelaksanaan oprasionalnya / jam kerja yang di berlakukan oleh pabrik plastik  enviro vallets Bali yang semestinya 2 shift.

4.  Paparan Kapolsek Kediri KOMPOL I PUTU SUPRAMA, S.H. dananggota BHABINKAMTIBMAS yang bertugas di Desa Banjar Anyar di tempat Potensi konflik,  Menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan dan gambaran situasi terakhir.

5.  Paparan Potensi Konflik di Wilayah Kecamatan Kerambitan oleh  IPDA I GST NGR SUKARATA, S.Sos.     ( Kanit 3 Sat Intelkam Polres Tabanan )

  • PEMEKARAN DESA ADAT PANGKUNG KARUNG KEC. KERAMBITAN, ( warga masy Pangkung Karung Gede dengan warga masy Pangkung Karung Kecil ),  permasalahnya : apabila ada kematian di kelompok masy Pangkung Karung Kecil, pelaksanaan upacara penguburan tidak di ijinkan melewati batas wilayah / jalan adat milik kelompokMasy Pangkung Karung Gede.
  • RUMAH IBADAH SULUH KASIH YG MENDATANGKAN UMAT DARI LUAR DESA TIBUBIU UNTUK MELAKSANAKAN PERIBADATAN / PERSEMBAHYANGAN BERSAMA, permasalahnya adalah : warga masyarakat Tibubiyu tidak menghendaki  pengurus rumah Ibadah Suluh Kasih mendatangkan Jemaat dari luar Desa untuk ikut bersama-sama melaksanakan persembahyangan, mengingat adanya kesalah pahaman warga masyarakat terhadap kesepakatan yang telah dibuat ( masyarakat Tibubiyu menganggap yang melaksanakan persebahyangan di rumah Ibadah Suluh Kasih hanya warga umat Kristiani yang berada di Wilayah Desa Tibubiyu saja ).
  • PENUTUPAN AKSES JALAN KELUAR MASUK BTN MANDUNG PERMAI DS. SEMBUNG GEDE, KEC. KERAMBITAN TABANAN, permasalahnya : pihak Pengembang BTN Mandung tidak melunasi dana konfensasi kepada Desa Sembung Gede sampai pada batas waktu kesepakatan ( sudah lewat dan tidak ada kejelasan dari pihak pengembang ), permasalahannya sudah dimediasi dengan hasil : pihak pengembang sanggup melunasi kekurangan dana konfensasi paling lambat tanggal 26 September 2016.

6.  Paparan Kapolsek Kerambitan KOMPOL I GEDE MADE PUNIA, S.H. dananggota BHABINKAMTIBMAS yang bertugas di masing-masing Desa yang berpotensi konflik,  Menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan dan gambaran situasi terakhir.

7.  Paparan Potensi Konflik di Wilayah Kecamatan Marga oleh  IPDA I GST NGR SUKARATA, S.Sos. ( Kanit 3 Sat Intelkam Polres Tabanan ) KASUS TAPAL BATAS DESA KUWUM DENGAN DESA BATANNYUH,Permasalahannya adalah :  sengketa tapal batas antara Desa Kuwum dengan Desa Batanyuh Kec. Marga Tabanan, bermula terjadi pada tahun 1980 sampai saat ini permasalahannya belum ada peyelesaiannya. Permasalahan tersebut telah dimediasi oleh team penegasan dan penetapan tapal batas Kab. Tabanan membentuk team 11 dari masing – masing Desa.

8.  Paparan Kapolsek Marga KOMPOL I GEDE SURYA KUSUMA S.H. dananggota BHABINKAMTIBMAS yang bertugas di masing-masing Desa yang berpotensi konflik,  Menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan dan gambaran situasi terakhir.

III.  KESIMPULAN OLEH KAPOLRES TABANAN

Setalah selesai paparan selanjutnya Kapolres Tabanan AKBP PUTU PUTERA SADANA, S.I.K., M.Hum, M.M, memberikan kesempatan kepada para Kasat, para Kapolsek dan peserta Rapat yang lain untuk menyampaikan pendapatnya.

Dari arahan dan paparan Potensi terjadinya konflik sosial, Kapolres Tabanan menyimpulkan sbb :

  1. Berikan pemahaman kepada warga masyarakat secara langsung dan berkesinambungan maupun melalui Medsos tentang aturan yang mendasari potensi konflik termasuk KUHP.
  1. Agar terus memonitor perkembangan situasi maupun perkembangan potensi konflik.
  1. Lakukan kerjasama dengan Tokoh Agama, Adat, Tomas, tokoh Pemuda dan para tokoh yang lainnya secara formil maupun non formil terkait dengan upaya menyikapi kemungkinan terjadinya konflik.
  1. Lakukan Anev laporkan perkembangan siatuasi.
Facebook Comments