Berita Terbaru

Polres Tabanan Ungkap Kasus SK Bodong

Berdasarkan Laporan Polisi nomor :

a.    LP/ 29 / III / 2016 / Bali / Res Tbn, tanggal  21 Maret 2016.

b.    LP/ 30 / III / 2016 / Bali / Res Tbn/ Res Tbn, tanggal  21 Maret 2016, tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan atau pemalsuan surat dalam pengangkatan Pegawai / Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Tabanan ( SK Bodong ), sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP atau 263 ayat (1) KUHP.

Terkait prihal tersebut diatas pada hari Senin tanggal 16 Mei 2016  jam 10.00 wita, bertempat di lapangan Apel Sat Lantas Polres Tabanan, Waka Polres Tabanan KOMPOL LEO MARTIN PASARIBU, SIK, M.H didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan, Kasubbag Humas dan KBO Sat Reskrim Polres Tabanan, dengan seijin Kapolres Tabananmelaksanakan Press Release atas keberhasilan Sat Reskrim Polres Tabanan mengungkap Kasus / tindak pidana penipuan dan atau penggelapan atau pemalsuan surat dalam pengangkatan Pegawai / Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Tabanan ( SK Bodong ). TSK an. DEWA MD A alias DW JK asal Nyitdah Kediri,Tabanan.

Press Release diliput oleh rekan Wartawan Cetak dan Elektonik lokal dan wartawan nasional dengan menghadirkan pelaku / tersangka serta menggelar Barang Bukti yang berhasil disita Penyidik, penangan kasus oleh Sat Reskrim Polres Tabanan, perkara dalam proses pemberkasan.

Waka Polres Tabanan KOMPOL LEO MARTIN PASARIBU, SIK, M.H dalam kegiatan press release ini menyampaikan kronologis kejadian berawal dari laporan yang diterima dari masyarakat ( para korban ) bahwa, telah terjadi penipuan dalam pengangkatan pegawai / tenaga kontrak dalam lingkungan Pemkab Tabanan tahun 2015, kejadian ini baru diketahui oleh korban setelah korban melakukan permohonan perpanjangan pegawai / tenaga kontrak, saat itu Badan kepegawaian  Daerah ( BKD ) Kab. Tabanan menyatakan bahwa, Surat perjanjian kerja dan surat hadapkan pegawai kontrak dinyatakan palsu ( bodong ). Atas dasar adanya laporan tersebut Kasat Reskrim Polres Tabanan membentuk Tim yang dipimpin oleh Kanit I Reskrim Polres Tabanan, untuk melakukan penyelidikan / pendalaman, setelah mendapatkan bukti permulaan yang cukup yang patut diduga pelaku telah melakukan penipuan terhadap korban, selanjutnya Tim melakukan penangkapan, namun tidak berhasil karena pelaku telah kabur dari rumahnya.

Tim terus melakukan lidik terkait dengan keberadaan pelaku dan juga terus melakukan pendalaman, mengumpulkan alat bukti, pada hari Sabtu tanggal 14 Mei 2016 Tim mendapat imformasi bahwa pelaku ada di Singaraja. Tim yang dipimpin Kanit I Reskrim Polres Tabanan berangkat ke singaraja, dalam pencarian pelaku berhasil ditemukan, saat itu pelaku baru keluar dari belanja di salah satu Mini market di wilayah Banyuning Singaraja, dan pelaku ditangkap selanjutnya dibawa ke Polres Tabanan untuk dilakukan Penyidikan.

Hasil penyidikan / pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya serta menjelaskan setelah mendengar bahwa para korban melapor kepada Polisi, kemudian pelaku kabur bertempat tinggal berpindak – pindan ( Badung, Denpasar dan Buleleng ). Pelaku mengaku membuat surat perjanjian kerja palsu sebanyak 11 (sebelas kali) di jasa pengetikan rental, dengan mendapatkan imbalan berkisar Rp. 17.500.000 s/d Rp. 30.000.000 ) uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari – hari dan juga digunakan untuk membayar gaji awal para korban, dengan cara meminta rekening korban selanjutnya uang ditransfer secara tunai di Bank BPD Cabang Tabanan, para korban diberikan gaji dua kali sejak SK bodong diterima korban.Waka Polres Tabanan menunjukan barang bukti yang berhasil disita,  untuk diketahui wartawan diantaranya : Satu unit computer beserta alat Scaner dan printer, Satu set peralatan membuat stempel/ cap,  dua buah buku tabungan BPD Cab. Tabanan, Satu buah bolpoin, enam lembar surat perjanjian kerja yang didiga palsu,  enam lembar surat penghadapan pegawai kontrak yang diduga palsu. Kegiatan Press Release pengungkapan kasus penipuan (SK Bodong) berjalan aman tertib serta lancar.

Facebook Comments