Berita Terbaru

Polres Tabanan Berhasil Ungkap Pelaku Penelantaran Bayi di Br. Kutuh Kerambitan

Warga Br. Kutuh Kelod, Desa Samsam digeparkan dengan ditemukannya seorang bayi di halaman / pekarangan rumah I Gusti Ketut Eka Astrawan Warga Br. Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kec. Kerambitan, Kabupaten Tabanan pada hari Selasa tanggal 29 Maret 2016 sekira pukul 05.00 Wita.

Kronologis kejadian penemuan seorang bayi tersebut pertama kali dilihat oleh saksi Kadek Dwi Ema Liana (10 Tahun ) yang sedang mencari bunga Kamboja. Kadek Dwi mendengar suara tangisan bayi di halaman / pekarangan rumah I Gusti Ketut Eka Astrawan Warga Br. Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kec. Kerambitan selanjutnya memberitahukan hal tersebut kepada I Wayan Sudiasa. Dan setelah dicek ternyata memang benar ada bayi terbungkus handuk tergeletak di halaman / pekarangan rumah I Gusti Ketut Eka Astrawan.

Selanjutnya I Wayan Sudiasa memberitahukan kepada pemilik rumah rumah I Gusti Ketut Eka Astrawan dan kemudian dilaporkan ke Polsek Kerambitan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Kepolisian dengan melibatkan tim medis selanjutnya bayi dibawa ke BRSU Tabanan untuk perawatan dan diterangkan bahwa bayi tersebut diperkirakan lahir sekitar 2 minggu dan sampai saat ini masih dirawat di BRSU Tabanan. Dengan adanya kejadian tersebut Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana, SIK, MHum. MM memerintahkan Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Nyoman Sukanada, SH, MH untuk segera melakukan penyelidikan. Dan dibentuk Team Lidik dibawah Kepemimpinan Kanit I Reskrim Polres Tabanan.

Berdasarkan Rekaman CCTV yang terpasang disalah satu Mini Market, dimana terekam pelaku turun dari Bus jurusan Denpasar-Gilimanuk dengan menggendong bayi berjalan menuju arah TKP dan juga terekam pelaku tanpa menggendong bayi datang dari arah TKP kemudian naik Bus jurusan Denpasar. Selanjutnya Kanit I Reskrim Polres Tabanan bersama team Opsnal Sat Reskrim Polres Tabanan meminta keterangan kedua sopir Bus tersebut yang menerangkan pelaku naik Bus di pertigaan Mengwitani dan dari keterangan sopir yang satunya pelku turun tanpa menggendong bayi di sekitaran terninal Mengwi Badung. Dengan berbekal keterangan tersebut, selanjutnya dilaksanakan koordinasi dengan aparat Desa (Kelian Dinas) yang berada disekitaran terminal Mengwi Badung dan RSUD Kapal serta tempat praktik Bidan untuk melakukan pendataan / penyelidikan terhadap pasutri yang melahirkan dibulan Maret 2016.

Hari Selasa tanggal 12 April 2016 sekira pukul 14.00 Wita Kelian Dinas Dajan Peken Desa Mengwitani atas nama I Made Suka Awan menginformasikan bahwa disalah satu rumah kontrakan depan terminal Mengwi ada pasangan Pasutri sebelumnya diketahui hamil dan telah melahirkan namun tidak ada bayinya. Selanjutnya Kanit 1 Reskrim bersama Team Opsnal melakukan penyelidikan dan mengintrogasi kepada pasutri tersebut. Pada saat diintrogasi pelaku (ayah bayi) mengaku bahwa dirinya yang membuang bayi tersebut tanpa sepengetahuan istrinya. Pelaku menerangkan bahwa bayi tersebut dilahirkan pada hari Rabu tanggal 16 Maret 2016 pukul 10.35 Wita dengan Operasi Caesar (SC) di RSUD Kapal. Kemudian membawa bayi tersebut dan dibuang di TKP disaat istrinya tertidur. Pelaku membuang bayi tersebut dengan alasan ekonomi yaitu tidak bisa membiayai kelangsungan hidup bayi tersebut dan tujuan dibuang / diletakkan di TKP karena mengganggap pemilik rumah adalah orang mampu (kaya) dan berharap bayi tersebut dirawat dan dibesarkan oleh pemilik rumah.

Sewaktu istri pelaku menanyakan keberadaan bayinya tersebut pelaku menerangkan bahwa bayinya sudah ada yang mengadopsi namun tidak mau menjelaskan kepada siapa dan dimana alamat orang yang mengadopsi serta hanya menjelaskan diadopsi oleh orang yang bernama Pak Made dari Munggu. Karena pelaku terus didesak oleh istrinya untuk menunjukkan tempat orang yang mengadopsi anaknya, akhirnya pelaku mengajak istrinya untuk menunjukkan tempat orang yang mengadopsi anaknya. Akhirnya pelaku mengajak istrinya ke Munggu namun oleh pelaku istrinya hanya diajak keliling-keliling saja dengan alasan pelaku lupa rumah orang yang mengadopsi.

Berdasarkan pengakuan tersebut pelaku atas nama Agus W., laki-laki, 21 tahun, Islam, Jawa, Swasta (Buruh Bagunan), alamat Dusun Sumberan, RT 004 RW 005, Desa Karang Anyar, Kecamatan, Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dijerat dengan pasal berlapis yaitu :

  1. Pasal 305 KUHP Subsider 307 KUHP
  2. Pasal 76 b JO Pasal 77 b UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  3. Pasal 49 UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (penelantaran).

Dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun 6 (enam) Bulan.

Berdasarkan penangkapan pelaku pembuangan bayi tersebut pada hari Kamis tanggal 14 April 2016 pukul 11.00 Wita bertempat di Lobi Polres Tabanan dilaksanakan Press Release yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana, SIK, MHum. MM didampingi KBO Sat Reskri Polres Tabanan Iptu I Nyoman Artadana, SH bersama Satgas Jatanras Polres Tabanan dengan pengawasan anggota Si Propam Polres Tabanan. Kegiatan Press release ini diliput langsung oleh beberapa wartawan dari media massa maupun elektronik dengan menghadirkan langsung pelaku penelantaran bayi dan beberapa barang bukti yang disita diantaranya :

  1. 1 (satu) Lembar Surat Keterangan Kelahiran RSUD Kapal
  2. 1 (satu) Buah Buku Kesehatan Ibu dan Anak
  3. 1 (satu) Lembar Rincian Biaya Pasien Rawat Inap RSUD Kapal
  4. 1 (sau) potong baju kaos lengan pendek motif garis hitam putih merk X-Three.
  5. 1 (satu) potong celana Jeans pendek merk Lois
  6. 1 (satu) Buah Handphone Merk Mito Warna Merah Doff.

Pada kesempatan press release ini Kapolres Tabanan menyampaikan ucapan terikasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pengungkapan kasus penelantaran bayi ini. Kasus ini merupakan pelajaran buat kita semua sehingga kedepan tidak terulang kembali kejadian seperti ini. Kondisi Bayi sampai saat ini dalam keadaan sehat dan masih di rawat di rumah sakit. Untuk hak asuh bayi akan dikembalikan kepada Ibunya / Istri Pelaku.

Facebook Comments