Berita Terbaru

Pengamanan Mediasi PT. Dayu di Banjar Dinas Semaja Selemadeg Barat

Personel Polres Tabanan dan Gabungan Personel Polsek Selemadeg Barat Tabanan melaksanakan pengamanan mediasi terkait dengan sengketa atau permasalahan dari Warga Masyarakat Banjar Dinas Semaja dengan beroprasinya pabrik pengolahan aspal / Otmix  PT. DAYU ( PT. Dwi Arta Yadnya Utama ),    Pada Hari Senin tanggal 2 Mei 2016 bertempat di Aula Kantor Camat Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan.

Pelaksanaan pengamanan didahului dengan arahan / APP dari Kabag Ops Polres Tabanan Komisaris Polisi I Gede Putra Astawa, S.H  yang didampingi Kasat Sabhara Polres Tabanan Ajun Komisaris Polisi I Putu Gusti Sudara dengan melibatkan personel 69 orang,  dari Polres Tabanan sebanyak 35 orang dan Polsek Selemadeg Barat sebanyak 34 orang,  beberapa point penting yang disampaikan Kabag Ops Polres Tabanan diantaranya :  sebelum melaksanakan pengamanan marilah kita terlebih dahulu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan keselamatan-keselamatan, aman, tertib dan lancar dalam melaksanakan pengamanan nanti,  Mari kita laksanakan pengamanan ini dengan hati yang tulus dalam melaksanakan tugas yang dibebankan oleh pimpinan  secara taktik dan teknis mengacu pada Standar Operasional Prosedur ( SOP) pengamanan, bila tidak dibutuhkan dilokasi mediasi dari kita harus menyesuaikan akan tetapi kita tetap dalam keadaan siaga stand by / ongkol di seputaran dengan maksud bila sewaktu-waktu ada pergerakan masa dari pasukan sudah siap didorong untuk melakukan pengamanan,  Saya harapkan dalam pengamanan ini tidak ada personel kita sebagai pemicu / memperkeruh masalah / situasi yang ada dilapangan, Dalam hal ini dari Kasat Sabhara harus sudah mengecek peralatan-peralatan dalmasnya yang sudah siap pakai dan tidak lupa juga mempersiapkan dukungan logistiknya terhadap personel yang melakukan pengamanan.

Pukul 12.00 wita kegiatan pelaksanaan mediasi keberadaan Pabrik Aspal PT. DAYU  yang berlokasi di Banjar Dinas Semaja Desa Bengkel Sari Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan,  Warga masyarakat Banjar Dinas Semaja yang mengikuti mediasi diikuti sebanayak 40 orang, namun yang diperbolehkan masuk  ke Aula Kantor Camat hanya perwakilannya sebanyak 16 orang diantaranya Bapak I Nengah Suardana Yasa  sebagai Bendesa Adat Semaja,  I Made Adi Susana Kadus Semaja, I Wayan Suardika, I Wayan Wiana, I Wayan Suparta, I Wayan Suwirya, I Ketut Sugata, I Nyoman Suwija, I Nyoman Tri Adnyana, I Wayan Manuaba, I Wayan Mudra, Pan Jusna, I Wayan Raka, Pan Alit, I Ketut Alit Astawa sedangkan dari Banjar pendamping dari Bonian diwakili Bapak Evik Suharmadi dan Banjar pendamping dari Banjar Dinas Tireman Bapak Paryo,     Sedangkan dari pihak Pabrik Aspal PT. DAYU  sebagai pemilik Bapak Ir.  Made Puniarta dengan mengajak pengelola/pengoprasian proyek PT.DAYU dihadiri Bapak I Made Susila.    Hadir pula dalam mediasi tersebut adalah perwakilan dari Camat Selemadeg Barat Bapak Yuda Suara ( Sekcam Selemadeg Barat ) dan Kapolsek Selemadeg Barat Ajun Komisaris Polisi I Wayan Bayu Parwata dan kegiatan dipandu/sebagai moderator adalah Bapak I Made Kartika.

Dalam mediasi ada beberapa hal penting yang disampaikan Bapak  I Wayan Suparta ( Mantan anggota DPRD Tabanan ) diantaranya, dari warga kami Banjar Dinas Semaja sudah tidak lagi menginginkan Pabrik PT. DAYU beroprasi di daerah kami ( Banjar Semaja), karena pengoprasian dari pabrik PT.DAYU sangat mengganggu kesehatan warga kami seperti volusi debu-debu, disamping pula daerah kami adalah daerah pariwisata yang tidak diperkenankan adanya pabrik tersebut,  Bapak juga sudah melanggar kesepakatan-kesepakatan atau komititmen  yang telah dicanangkan atau ditulis dalam rapat-rapat dengan Banjar Dinas Kami,dari perijinan secara defakto sudah salah lokasi, apapun alasannya kami dari warga Banjar Dinas semaja dan Banjar pendamping  tidak lagi menginginkan proyek ini, PT. DAYU harus ditutup.     Tanggapan dari PT.DAYU sebagai pemilik Proyek ini sebagai berikut Keberadaan dari PT. DAYU ini disampaikan oleh pemilik Bapak Ir. Made Puniarta belum bisa begitu saja menerima tuntutan dari Warga Banjar Dinas Semaja karena pengurusan ijin untuk pindah proyek birokrasinya cukup panjang dan sangat berbelit-belit,  apakah tidak ada solusi lain atau jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Berbagai saran pendapat  dari peserta mediasi pada akhirnya dari PT.DAYU menerima tuntutan dan saran dari warga Banjar Dinas Semaja dengan kesimpulan :

  • Keberadaan PT.DAYU di Banjar Dinas Semaja tidak lagi diinginkan oleh masyarakat dan Operasinya ditutup ( tiak lagi ada melakukan kegiatan)  dan sesegera mungkin untuk mencari tempat /lokasi proyek yang baru.
  • Permintaan dari pemilik PT.DAYU  bapak Ir. Made Puniarta  kepada warga masyarakat Banjar Dinas Semaja, dalam waktu dekat ini kami akan memindahkan material dan Truk-Truk Kami yang masih ada di Pabrik PT.DAYU, kami mohon alat-alat kami jangan dirusak atau diganggu keberadaannya,  sambil menunggu terbitnya surat kesepakatan.

Kegiatan mediasi hingga berakhir pukul 13.30 wita berlangsung dengan aman dan tertib.

Facebook Comments