Berita Terbaru

Pengamanan Malam Pentas Kemah Budaya Tabanan 2016

Pada Hari Sabtu tanggal 19 November 2016 Polres Tabanan melaksanakan pengamanan kegiatan Malam Pentas Kemah Budaya Tabanan 2016 yang berlokasi di Lapangan Alit Saputra Tabanan dengan melibatkan personil sebanyak 64 orang. Kegiatan Penutupan Kemah Budaya Tabanan tahun 2016 dimulai pada pukul 20.00 Wita dihadiri oleh Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, S.Sos., Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Wirna Ariwangsa, S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Tabanan I Putu Santika, Kapolsek Tabanan AKP Rahmawaty Ismail, S.E S.I.K.  beberapa SKPD Kabupaten Tabanan, Para Camat Kabupaten Tabanan dan Kepala Sekolah Sekabupaten Tabanan.

Dalam Kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Putu Santika menyebutkan Kemah Budaya 2016 saat ini merupakan kali keenam diselenggarakan. “Kegiatan ini digelar untuk menggali potensi peserta. Tema yang diusung adalah Menjadi Matahari yang diharapkan peserta bisa menjadi sinar, minimal bagi dirinya, untuk mencari arah hidup. Meski menyerap ilmu dalam waktu yang relatif terbatas, hanya lima hari, anak-anak Kemah Budaya 2016 rupanya mampu menyampaikan ekspresinya dalam berbagai bentuk kesenian di Malam Pentas Kemah Budaya 2016 pada Sabtu malam di Lapangan Alit Saputra, Tabanan.

Menariknya, pentas yang bernuansa epik itu mereka siapkan dalam tempo sekitar tiga hari menjelang berakhirnya Kemah Budaya 2016 di Bumi Perkemahan Srijong, Selemadeg. Itupun setelah melalui bimbingan dan arahan para mentor seperti Sawung Jabo dan Sirkus Barok, Ayu Weda, Kadek Jango Pramartha, Putu Liong Sutawija, Dudy Anggawi, dan beberapa mentor lainnya.  Pentas yang diadopsi dari epos Ramayana ini dikemas dalam perpaduan kesenian. Mulai dari musik, puisi, tari, teater, hingga melibatkan seni rupa.

Pementasan tersebut menandakan bahwa anak-anak Kemah Budaya 2016 resmi menyandang status alumni. Dan, mereka diharapkan mampu mengaplikasikan segala ilmu dan wawasan mereka selama mengikuti workshop Kemah Budaya 2016 dalam kehidupan sehari-hari. Sekalipun nantinya, mereka tidak harus menjadi seniman. Hal itulah yang ditegaskan penggagas kegiatan, I Ketut Suryadi. Baik di awal kegiatan sampai pada Malam Pentas Kemah Budaya 2016. Para alumni Kemah Budaya 2016 diharapkan mampu menjadi pribadi yang penuh inspirasi dan menyebarkannya kepada orang-orang dekat serta lingkungan mereka. Sama seperti tema Kemah Budaya 2016, “Menjadi Matahari”.  Tabanan memiliki banyak potensi yang terpendam. Seperti mutiara yang terkubur di tanah. Kita kaya maestro. Ada Ketut Maria, Putu Wijaya, Nuarta. Dengan adanya ruang kreativitas bagi anak-anak Tabanan, mereka punya kesibukan ke arah yang lebih positif. Terlebih lagi, ada banyak anak-anak Tabanan yang bertalenta. “Di Kemah Budaya 2016, para anak-anak melalui proses kreatif dalam kurun waktu tiga hari dan mampu melahirkan paduan berbagai bidang seni. Saya rasa, bila mereka tidak punya talenta, tentu waktu tiga hari tidak akan cukup. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh SMA/SMK yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Kemah Budaya 2016 dan pentas budayanya ditutup secara resmi oleh Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa. Selain diisi dengan performance anak-anak Kemah Budaya 2016, Malam Pentas Budaya tersebut juga diisi dengan pertunjukan sejumlah kelompok musik dan seni. Beberapa di antaranya suguhan musik oleh Prana yang berkolaborasi dengan Performance Art Wildo, Bright Size Trio, Anak Angin, Sawung Jabo feat Sirkus Barock. Dan, terakhir ditutup oleh Group Band 4WD. Selama kegiatan berlangsung berjalan aman tertib dan lancar ditengah-tengah kegiatan Kbo Sat Binmas Polres Tabanan mengisi acara dengan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta sosialisasi tentang Operasi Zebra Agung 2016 yang sedang berlangsung dilaksanakan seluruh jajaran Kepolisian. Kegiatan berakhir pada pukul 24.00 Wita.

Facebook Comments