Berita Terbaru

PANDANGAN TERBITNYA SURAT EDARAN KAPOLRI TENTANG UJARAN KEBENCIAN

Oleh: Brigjen Pol. Dr. Bambang Usadi, MM

Sesungguhnya dari perspektif penegakan hukum, tidak ada sesuatu hal yang baru menyangkut Surat Edaran Kapolri tentang Ujaran Kebencian. Karena pada dasarnya delik-delik yang berkaitan dengan ujaran kebencian telah dirumuskan secara jelas dalam KUHP dan Undang-Undang lainnya yang mengatur tentang tindak pidana, misalnya UU tentang ITE.

Paling tidak, dampak positif yang harus dicermati dari langkah Kapolri tersebut secara internal dapat menjadi pedoman dan memberikan kepercayaan diri, keyakinan dan ketegasan bagi penyidik Polri dimanapun bertugas untuk menegakkan ketentuan hukum dalam KUHP dan Undang-Undang lainnya yang berhubungan dengan isu ujaran kebencian.

Demikian juga dengan masyarakat, langkah Kapolri tersebut secara tidak langsung merupakan upaya penyuluhan hukum dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Kekhawatiran sebagian pihak terhadap terjadinya penyalahgunaan kewenangan penyidik Polri tidak perlu ditanggapi berlebihan. Penyidik Polri telah memahami betul, bagian mana dari ketentuan pidana yang masuk dalam delik aduan atau bukan.

Penyidik Polri juga mampu membedakan antara laporan dengan pengaduan. Pengaduan merupakan laporan Polisi dari pihak korban tindak pidana, bukan laporan pihak lain.

Langkah Kapolri patut diapresiasi mengingat ujaran kebencian yang berkembang secara masif saat ini di masyarakat telah menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Kita akan dengan mudah menemukan berbagai bentuk ujaran bernada kebencian di media sosial dan bahkan dalam realitas kehidupan bermasyarakat.

Ujaran kebencian telah nyata menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, mengancam kohesi sosial, meruntuhkan norma, etika dan moral yang hidup di tengah-tengah masyarakat, memicu lahirnya bibit-bibit permusuhan bahkan pertikaian fisik yang mengancam perdaimaian, stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Polri telah mengambil langkah yang tepat, dengan tidak tinggal diam melihat fenomena tersebut mengingat berdasarkan pengalaman-pengalaman selama menjalankan tugas menjaga stabilitas Kamtibmas, Polri tidak jarang berhadapan dengan konflik sosial yang dipicu oleh berkembangnya ujaran kebencian, yang kemudian berkembang menjadi konflik sosial dan berdarah.

Peristiwa konflik terkait isu syiah di Sampang Madura tidak dapat dilepaskan dari persoalan ini. Masyarakat digiring melakukan tindakan anarkis kepada kelompok syiah dengan berbagai ujaran yang sifatnya provokatif, demikian juga sebaliknya kelompok syiah menebarkan kebencian terhadap keyakinan kelompok sunni.

Demikian juga dengan kasus konflik sosial lainnya, misalnya konflik Dayak-Madura, insiden pembakaran masjid di Tolikara, insiden pembakaran gereja di Singkil Aceh, tawuran antar pemuda kampung atau antar kelompok gang, saling hujat di media sosial yang berdampak terjadinya perkelahian fisik antar pengguna akun media sosial,  dan masih banyak lagi lainnya.

Sampai saat ini, di media sosial penggunaan ujaran kebencian telah berkembang tak terkendali. Kebebasan demokrasi dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas dan bahkan melanggar hukum. Surat Edaran Kapolri menyadarkan semua pihak bahwa kebebasan dibatasi dengan hukum, dan barang siapa menyalahgunakan kebebasan demokrasi tanpa mengindahkan hukum, maka akan menerima konsekuensi hukum.

Akademisi, insan pers, pengamat, dan tokoh masyarakat seyogyanya mengambil peran aktif mensosialisasikan ketentuan hukum dan memberikan pendidikan hukum mengenai ujaran kebencian tersebut agar semakin dipahami masyarakat dan masyarakat menyadari bahkan menerima sepenuhnya ketentuan hukum tersebut sebagai norma mengikat yang harus diperhatikan dan dipatuhi untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bukan justru menimbulkan kegaduhan baru dengan mewacanakan menolak surat edaran Kapolri tersebut atau minimal menilai negatif tujuan dari diterbitkannya surat edaran Kapolri tersebut.***

*Penulis: Brigjen Pol Dr Bambang Usadi MM, Karo Bankum DivKum Polri

Facebook Comments