Berita Terbaru

Polres Tabanan Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba dan Curanmor

Polda Bali-Polres Tabanan. Kamis, 2 Agustus 2018 bertempat di Lobi  Polres Tabanan pukul 14.00 Wita Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K. merelease keberhasilan Polres Tabanan dalam pengungkapan kasus Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan kasus penyalah gunaan Narkoba.

Hadir pada kesempatan ini Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Gede Putu Putra Astawa, S.H. Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya, S.I.K. , Kasat Resnarkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Tunas, S.H. beserta beberapa pejabat utama Polres Tabanan dan anggota Polres Tabanan serta beberapa wartawan yang meliput jalannya Press Release.

Pada kesempatan ini Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K. merelease 2 (dua) keberhasilan Polres Tabanan dalam pengungkapan kasus Curanmor dan Penyalahgunaan Narkoba yang mana didahului dengan release kasus curanmor.

Pertama Kapolres Tabanan menyampaikan terkait dengan pengukapan kasus Curanmor yang mana berawal dari adanya laporan dari korban pada tanggal 5 Juli 2018 pelapor datang ke tempat kerja di UGD Rumah Sakit Umum Tabanan dengan terlebih dahulu mermarkir kendaraan di areal parkir pada pukul 19.30 Wita dan pada tanggal 6 Juli 2018 saat hendak mengambil motor, ternyata motor pelapor sudah tidak ada di Areal parkiran RSUD Tabanan dan sempat menanyakan ke beberapa orang dan tidak diketemukan selanjutnya tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tabanan melaksanakan penyelidikan.

“Pada Tanggal 20 Juli 2018 sekira pukul 21.00 Wita dilakukan penangkapan tersangka pelaku penadah dengan inisial HT ditangkap di tempat kerja di daerah pasar OB Tabanan lalu dilakukan pengembangan dan keesokan harinya di tangkap 3 orang tersangka kasus yang sama di rumahnya masing-masing.” Ungkap Kapolres Tabanan.

“Berbekal hasil penangkapan kasus penadah tersebut pada hari selasa 31 Juli 2018 pukul 23.30 Wita Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tabanan melakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku Curanmor dengan inisial HD (Residivis). Hasil pengembangan Tersangka HD mengaku melakukan aksinya bersama NK yang mana masih dalam pencarian (DPO) yang mana telah melakukan aksinya sebanyak 4 kali yaitu di areal Parkir BRSUD Tabanan, Areal Parkir Hardys Tabanan, Daerah Sudimara Tabanan dan di Daerah Pusat Perbelanjaan Robinson Denpasar.” Kata Kapolres Tabanan

“Dari hasil pengungkapan kasus curanmor ini di tetapkan sebagai tersangka dengan inisial HP , sebagai pelaku curanmor dan Inisial NK yang masih dalam Pencarian serta pelaku penadah diantaranya inisial OM , inisial Bg, inisial TN dan inisial HM dengan ancaman hukuman 4 tahun bagi penadah (Pasal 480 KUHP) dan lebih dari 5 tahun untuk pelaku curanmor ( pasal 363 KUHP) dengan barang bukti yang disita 2 Unit Kendaraan bermotor Nopol DK 4404 HV dan Nopol DK 2300 HQ dari hasil pengembangan” Tegasnya

Kemudian dilanjutkan dengan release kasus penyalahgunaan Narkoba yang mana pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2018 sekira pukul 16.30 Wita anggora Resnarkoba Polres Tabanan melakukan penggeledahan badan/pakaian dan atau tempat tertutup lainnya terhadap tersangka  D di dalam warung makan Bukal, Pasar Induk Baturiti, Tabanan. dalam penggeledahan tersebut di dalam tas pinggang warna hitam dengan merk Oakley milik tersangka D anggota Sat Resnarkoba Polres Tabanan menemukan 2 (dua) buah Plastic klip didalamnya berisikan kristal bening yang diduga Shabu yang terbungkus dengan Tisu warna putih didalam pipet plastik warna kuning dan ketika ditanyakan kepada tersangka pemilik barang bukti tersebut tersangka mengakui barang tersebut adalah miliknya yang sebelumnya dibeli dari orang yang bernama panggilan Mbok Tu sebanyak 2 (dua) paket dengan harga masing-masing Rp.500.000.

Kemudian Anggota Resnarkoba Polres Tabanan melakukan pengembangan/ pencarian terhadap orang yang bernama Mbok Tu selaku penjual Shabu tersebut. selanjutnya sekira pukul 18.00 Wita, anggota Sat Resnarkoba Polres Tabanan melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap tersangka Inisial LH alias Mbok Tu di dalam asrama Polisi Candi Kuning  yang ditempati oleh inisial IB dan ditemukan barang bukti sebanyak 17 (tujuh belas) paket shabu dan 3 butir ppil ecstacy dan barang bukti tersebut diakui miliknya bersama dengan IB.setelah selesai melakukan penggeledahan, tersngka dan seluruh barang bukti diamankan di kantor Sat Resnarkoba Polres Tabanan guna proses hukum lebih lanjut.

Dari pengungkapan ini didapat barang bukti berupa :
– 17 buah plastik klip didalamnya berisikan kristal bening yang diduga shabu dengan berat total 2,78 gram Bruto atau 1,69 gram Neto
– 3 butir Pil Ecstacy dengan berat 0, 67 gram Bruto atau 0,49 gram Neto
– 1 buah kotak tempat sisir
– 1 buah toples/tempat permen
– 1 buah bekas pembungkus rokok sampoerna Mild
– 1 buah keranjang bambu bekas pembungkus tape
– 1 buah baju kemeja hitam
– 1 buah dompet warna hitam
– uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,-
– 1 buah timbangan elektrik warna hitam
– 1 buah handphone warna hitam merk Nokia

“Pelaku Penyalahgunaan Narkoba ini dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Nakkotika dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 Tahun dengan denda paling sedikit Rp.800.000.000 dan paling banyak Rp. 8000.000.000,-” Imbuh Kapolres Tabanan

“Terkait dengan kasus penyalahgunaan Narkoba sesuai dengan perintah Presiden dan Pimpinan Tertinggi Polri tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat kasus Narkoba. Kami akan tindak tegas bagi para pelakunya” Tegas Kapolres Tabanan

“Kepada seluruh masyarakat bagi yang melihat, menemukan pelaku maupun hal-hal yang terkait dengan kasus narkoba agar jangan segan dan takut melaporkan kepada pihak Kepolisian khususnya Polres Tabanan, kami pasti akan respos dengan cepat dan tindak tegas pelakunya” Imbuh Kapolres Tabanan.

Facebook Comments