Berita Terbaru

Kapolres Tabanan dan Dandim1619 Tabanan Silaturahmi dengan Tokoh Muslim di Tabanan

Dalam rangka membangun sinergi dengan berbagai komponen Masyarakat Tabanan khususnya dengan para tokoh Umat Muslim se Kab. Tabanan, guna menumbuh kembangkan rasa Kebhinekaan serta untuk menyikapi perkembangan situasi yang terkait dengan adanya dugaan penistaan Agama, Kapolres Tabanan AKBP MARSDIANTO, S.H., S.I.K. dan Dandim 1619 Tabanan  Letkol Infantri HERWIN GUNAWAN ,S.E.,  melaksanakan kegiatan silahturahmi  dengan para tokoh Umat Islam se Kabupaten Tabanan pada hari Kamis tanggal 24 Nopember 2016 pukul 13.00 wita  Bertempat di Ruangan Rapat Utama Polres Tabanan, adapun tema yang digelar “ SILAHTURAHMI KAPOLRES TABANAN DAN DANDIM 1619 TABANAN DENGAN TOKOH UMAT ISLAM DALAM RANGKA MENUMBUHKAN RASA KEBHINEKAAN DAN KEBANGSAAN SERTA CINTA TANAH AIR “

Para undangan yang hadir kegiatan silahturami diantaranya, Kesbang Pol Linmas Tabanan,  Ketua MUI Tabanan, Ketua NU Tabanan,  Ketua Muhamaddiyah Tabanan, Ketua LDII  Tabanan,  Ketua Ikatan Keluarga Besar Lombok,  Ketua GP Ansor Tabanan, Takmir Masjid AgungTabanan,  Takmir Masjid Nurul Huda Pasekan, Takmir Mushola Alfalah, Takmir Masjid An Nur Penebel, Takmir Masjid  Miskatul Huda Selemadeg, Ketua Banser Tabanan,  H Haical Asomadani, H Syahroni, Junaedi, Chairil Anwar, Matingwar, Haril Azkaseta, H. Ali, H Anwar, Hasanudin, Khaeroni Saputra,  dan para pejabat Polres Tabanan : Waka Polres Tabanan Komisaris Polisi Leo Martin Pasaribu,S.I.K., M.H., Kabag Ops Komisaris Polisi I Gede  Putu Putra Astawa,S.H, Kapolsek Tabanan, Kapolsek Selemadeg, Kasat Intel Ajun KOmisaris Polisi Ni Luh Komang Sri Subakti,S.H., Kasat Binmas Ajun Komisaris Poli I Nengah Darma,S.H, perwira staf Polres Tabanan dan segenap undangan lainnya.

Silahturami ini dilaksanakan dengan tujuan memperkenalkan diri sebagai pejabat Kapolres Tabanan yang baru, guna dapatnya berkoordinasi dan membangun sinergitas dengan berbagai komponen masyarakat termasuk para tokoh – tokoh umat muslim se Kabupaten Tabanan,  guna menumbuhkan rasa kebhinekaan, kebangasaan dan cinta tanah air,  untuk menciptakan sutuasi wilayah hukum Tabanan yang aman, lancar, tertib, nyaman dan kondusif.

Dalam kegiatan ini Kapolres Tabanan Ajun Komisaris Besar Polisi MARSDIANTO, S.H., S.I.K., memberikan sambutan serta memberikan himbauan yang pada intinya :

  • Mengajak para tokoh umat muslim se Kabupaten Tabanan dengan situasi kejadian-kejadian yang terjadi unjukrasa di Jakarta,  jangan ikut-ikutan memanas dan mempropokasi umatnya, mari kita jaga kebhinekaan umat beragama ini dengan selalu membina kerukunan, saling menghormati, menghargai antar umat beragama, dan mengamalkan,serta melaksanakan nilai-nilai luhur Pancasila.
  • Mari kita mengajak masyarakat  untuk bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk, tidak memanasi situasi dengan komentar-komentar yang destruktif, peran Bapak / Ibu sebagai ulama dan tokoh agama, saya kira sangat menentukan sekali memberikan nasehat-nasehat, wejangan-wejangan, kepada warga masyarakat agar situasi bisa menjadi dingin dan sejuk justru tidak memanasi suasana yang sering terjadi  dan berkembang yang dimuat di media social.
  • Mari kita bersama-sama mengajak warga/masyarakat muslim tidak ikut unjukrasa ke Jakarta nanti pada tanggal 25 Nopember 2016 dan tanggal 2 Desember 2016, serta kita serahkan dan percayakan kasus tersebut sepenuhnya ditangani pihak terkait baik itu Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan Makamah Konstitusi.
  • Saya yakin dan percaya bahwa para tokoh yang hadir silahturahmi ini,  Saya harapkan dapat menindaklanjuti dengan menyampaikan himbauan ini kepada warga untuk dapat menciptakan hubungan yang sejuk dan harmonis,  sehingga bila ada permasalahan kita bisa sikapi secara professional dan sesuai dengan prosedur.

Sambutan kedua dari Dandim 1619 Tabanan Letkol Infantri HERWIN GUNAWAN ,S.E.,  intinya menyampaikan Negara Kesatuan  Republik Indonesia ( NKRI ) harga mati mari kita bersama-sama segenap komponen mempertahanan kedaulatan Negara ini agar tidak dirongrong oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,  Unjukrasa yang lalu pada tanggal 4 Nopember 2016 di Jakarta terkait dugaan penistaan agama sudah ditangani aparat berwenang, jangan lagi dibesar-besarkan.  Saya minta kepada seluruh tokoh Umat Islam se Kabupaten Tabanan ini, bantu saya  Hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016 akan melaksanakan apel/even besar  dengan tema Nusantara Bersatu semua agama turut serta menjaga kerukunan antar umat beragama, diharapkan diwilayah Kabupaten Tabanan khususnya mendukung kebijaksanaan pemerintah ini, guna menciptakan situasi Tabanan yang aman dan kondusif.

Selesai sambutan Dandim 1619 Tabanan, kemudian  dilanjutkan dengan saran dan dengar pendapat dari masing-masing tokoh umat Islam, yang dipandu Kapolres Tabanan AKBP MARSDIANTO, S.H., S.I.K,   tokoh umat muslim yang memberikan saran dan pendapat  diantaranya  :

Ketua MUI Bapak Haji Anwar menyampaikan :

  • Kami ucapan terimakasih  kepada Bapak Kapolres Tabanan dengan diselenggarakannya silahturahmi  sehubungan dengan kebhinekaan dan kebangsaan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air ini, baru kali dilaksanakan di Kabupaten Tabanan, sehingga kami dari tokoh-tokoh umat islam bisa saling bertemu dan menukar informasi.
  • Kami dari MUI  menyikiapi situasi yang berkembang saat ini di media social terkait dengan diduga penistaan agama , kami mendukung tindakan dari aparat yang berwenang ( Kepolisian ) sudah melakukan sesuai dengan aturan dan prosedur hukum.
  • Terkait masalah unjukrasa atau demo-demo  kami dari MUI sudah menerima instruksi dari MUI pusat bahwa unjukrasa yang direncanakan tanggal 25 Nopember 2016 dan 2 Desember 2016, kami dari Umat Islam Kabupaten Tabanan sudah sepakat tidak ikut demo ke Jakarta,  dan menghimbau juga kepada jemaat/umatnya untuk menyatukan langkah terkait dengan perkembangan situasi saat ini.

Penyampaian saran dan pendapat dari Ketua NU Bapak Ustad Mustain Hamri

  • secara kelembagaan saya sangat mengapresiasi kegiatan silahturami yang dilaksanakan Kapolres Tabanan yang menghargai kebhinekaan dan keragamanan umat beragama ini, kami dari NU pusat sampai ke bawah sudah menyatukan persepsi bahwa agama tidak boleh  dikait-kaitan dengan  kelembagaan/pemerintah, karena hal tersebut bisa / menimbulkan sara atau perpecahan dengan umat yang lainnya.
  • Saya sangat perihatin  dengan kejadian penistaan agama di Jakarta, hal tersebut saya mintakan tidak boleh terjadi lagi, masalah demo atau unjukrasa boleh-boleh saja akan tetapi sesuai dengan Undang-Undang dan prosedur  hukum.
  • Mari kebhinekaan beragam agama di wilayah hukum Tabanan kita wujudkan dan aplikasikan dilapangan, bukan hanya dibibir saja, guna menciptakan tabanan yang aman dan kondusif.

Penyampaian saran dan pendapat dari Ketua Muhamaddiyah Bapak Haji Harsono :

  • Kami sudah menghimbau warga/umat kami untuk tidak ikut unjukrasa tanggal 25 Nopember 2016 dan 2 Desember 2016 ke Jakarta.
  • Kami apresiasi dan mendukung tindakan yang dilakukan oleh Kepolisian dalam menegakkan hukum terhadap kasus penistaan Agama dan kami minta dari aparat Kepolisian agar menegakan hukum  sehadil-adilnya dan hindari juga NKRI ini pecah belah dan mari kita di wilayah Tabanan ini wujudkan kebhinekaan ini yang dilandasi atau didasari dengan rasa keadilan.

Penyampaian saran pendapat selesai,  kemudian diakhir acara Kapolres Tabanan AKBP MARSDIANTO, S.H., S.I.K menarik kesimpulan sebagai berikut

  • Dari pertemuan/silahturahmi antar Tokoh Umat Islam se Kabupaten Tabanan sepakat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) rongrongan-rongrongan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Tabanan melalui kerukunan terhadap agama,  guna Menumbuhkan Rasa Kebhinekaan Dan Kebangsaan Serta Cinta Tanah Air .
  • Islam adalah Agama yang  mendambakan cinta kedamaian, taat beribadah, menjauhi segala larangannya dan mentaati segala petunjuk-petunjuk dalam Al”Quran.
  • Rekan-rekan / para tokoh umat islam ini, saya yakin dan percaya seluruh umatnya sudah dihimbau  terkait dengan dugaan penistaan agama, dalam penyelesaiannya/proses hukumnya diserahkan kepada pihak yang berwenang.
  • Dan Saya Himbau mubasir para tokoh  dan umat islam Tabanan ini berangkat ke Jakarta untuk mengikuti unjukrasa/demo hanya untuk menghabiskan dana saja, lebih baik waktu ini digunakan kepada hal-hal yang berguna seperti bisnis, kerja, dagang dan yang lainnya, dan sepakat  untuk menghimbau para tokoh dan umat muslim untuk tidak ikut unjukrasa/demo  tanggal 25 Nopember 2016 dan 2 Desember 2016.
  • Kami Kapolres Tabanan dan panitya penyelenggara kegiatan silahturahmi  ini mohon maaf apa bila penyambutan dan penerimaannya kurang berkenan.
Facebook Comments