Berita Terbaru

Kapolres Tabanan dan Dandim 1619 Tabanan Deklarasi Bersama dengan FKUB Tabanan

Polda Bali – Polres Tabanan. Senin (14/05/2018)  pukul 19. 15 wita  berlangsung Deklarasi Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Tabanan. bertempat  di Warung BE – JAWE dg alamat Jalan  Teratai no.  46 Br.  Dukuh, Ds.  Dauh Peken,  Kec. / Kab.  Tabanan

Acara yang di gagas olah Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K. dan Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Hasan Abdullah dihadiri Ketua FKUB Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra, Ketua MUI Kabupaten  Tabanan diwakili oleh Wakil Ketua H.  Anwar, Ketua DPP Gereja Katolik Yoseph coreyel, Ketua MAKI Kabupaten Tabanan Andra Jaya, Ketua Umat Konghucu Kabupaten Tabanan Arif Darma G. A, Sekretaris MPAG Kabupaten Tabanan Pdt.  Nehamya Suplig, Kesbang Pol Kabupaten Tabanan I. G. N Sukuana, Ketua umat Budha Kabupaten Tabana Lie siong Jung, Waka Polres Tabanan Kompol Ketut Widiada, S.I.K., Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Gede Putu Putra Astawa, S.H., Para Kasat Polres Tabanan dan Pewarta Tabanan.

Dalam sambutanya pembuka Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K. pada intinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para undangan yang telah hadir. Maksud dan tujuan pelaksanaan deklarasi bersama ini ialah untuk melaksanakan pertemuan dengan tokoh agama dalam hal ini FKUB kabupaten tabanan dengan tujuan menghimbau kepada seluruh tokoh agama dalam menyikapi situasi yang berkembang saat ini terkait dengan aksi terorisme untuk tidak panik serta selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Penanganan permasalahan ini serahkan kepada pihak kepolisian yang dibantu dengan TNI, kami sangat mengharapkan  bantuan dari para tokoh yang tergabung dalam FKUB untuk menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpecah belah dengan isu-isu yang beredar yang belum pasti kebenarannya” Kata Kapolres Tabanan

“Kedepan Kami akan mengaktifkan Siskamdes dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala desa sebagai langkah-langkah untuk nengantisipasi permasalahan yang timbul di tengah masyarakat (menangkal masuknya faham radikal di masyarakat), sertra Kami akan melakukan kerjasama pengamanan gabungan debgan instansi terkait dalam melakukan pengamanan terhadap obyek vital  dan tempat Ibadah” Imbuhnya.

Dandim Kabupaten Tabanan Letkol Inf Hasan Abdullah dalam acara ini menyampaikan mari kita tetap semangat dan bersatu dalam menangani permasalahan yang terjadi.   “Sebelum nya kita telah mengalami permasalahan-permasalahan yang jauh lebih besar dan kita bisa lewati bersama, mari kita tetap bersatu dan menjaga persatuan umat beragama, eratkan tali silaturahmi antar umat dan bersatu untuk menjaga NKRI. Ditambahkannya, sinergitas TNI dengan Polri secara fisik kita melaksanakan patroli bersama, secara intelkam pihaknya melakukan pendataan penduduk pendatang (duktang).

Ketua FKUB Kabupaten  Tabanan sangat mengapresiasikan kegiatan yang di laksanakan oleh Kapolres Tabanan dan Dandim 1619 Tabanan ini. “Kami menilai kegiatan ini sangatlah penting menyikapi permasalahan yang terjadi belakangan ini.   “Mari kita berdoa bersama semoga para korban yang gugur dalam pelaksanaan tugas menjaga NKRI diterima amal ibadahnya dan diterima disisi tuhan untuk melanjutkan perjuangan beliau mari kita tingkatkan sikap toleransi untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi antar umat beragama” Kata Ketua FKUB Tabanan.

“Saya merasa ajaran agama manapun tidak dibenarkan membunuh umat lain, Mari kita jalin kerja sama antar umat untuk mejaga keamanan dengan menjalin persatuan dan kesatuan antar umat beragama dan pihak keamanan” Imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut ketua FKUB  menghimbau kepada umat untuk mengecam dan mengutuk para pelaku Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.

Ketua  MUI Kabupaten Tabanan di wakili oleh H.  Anwar  menyampaikan bahwa kami dari MUI Tabanan juga sangat tidak setuju dengan adanya aksi tindak terorisme dengan membuat pernyataan sikap untuk mengecam para pelaku teror tersebut.

Ketua MAKIN Kabupaten Tabanan  menyampaikan hal yang paling perlu kita pahami bersama bahwa para pelaku bukanlah menjalankan perintah / ajaran agama melainkan oknum yang membawa agama untuk melakukan teror kepada masyarakat. “Hal yang perlu kita lakukan bersama adalah berikan pemahaman / untuk mengantisipasi timbulnya gejolak dan keresahan di masyarakat serta tidak mudah terpropokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab” Tegasnya.

Ketua Jamaat Kristan Protestan juga sependapat dimana kejadian yang terjadi di surabaya dilakukan oleh oknum yang membawa-bawa agama. “:Beberapa saat setelah teror yang terjadi di Surabaya kami mendapatkan himbauan dari Paus yang pada intinya mendoakan kepada umat / korban agar arwahnya diterima di sisi Tuhan dan jangan dendam terhadap umat / pelaku yang melakukan hal tersebut”. Ungkapnya. “Kami dari umat protestan sangat prihatin dan mendoakan kepada para korban semoga para korban diberikan tempat yang layak disisinya” Imbuhnya

Sekretariat MPAG Kabupaten Tabanan menambahkan bahwa kami telah menghimbau kepada para pengurus gereja yang ada khususnya yang ada di Kabupaten Tabanan untuk selalu waspada dan tidak mudah terpancing dengan situasi yang sedang terjadi.

Ketua umat Budha menyampaikan bahwa kami dari umat Bhuda ikut Prihatin dan berbela sungkawa terhadap kejadian yang saat ini sedang terjadi melanda indonesia khususnya kepada para korban dan keluarganya. Kami Mendukung pihak kepolisian dan TNI untuk memberantas para pelaku tindak terorisme.

Pada pukul 20.45 dilaksanakan pembacaan dan penandatangan Deklarasi Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Tabanan yang isinya Dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Tabanan dengan ini kami Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Tabanan dengan ini mendeklarasikan bahwa :

1. Menolak faham Radikalisme dan Terorisme di Kabupaten Tabanan khususnya, Bali dan Indonesia pada umumnya.

2. Mendukung langkah Polri dan Pemerintah Republik Indonesia dalam menanggulangi Terorisme, mempercayakan sepenuhnya kepada Polri dalam penanganan Terorisme.

3.Bahwa kejadian serangan Terorisme tidak ada kaitannya dengan Agama manapun ini adalah oknum yang membajak Agama demi kepentingan sendiri.

4.Menyerukan kepada umat beragama khususnya di Kabupaten Tabanan untuk tetap memperkokoh kehidupan bertoleransi umat beragama dan tidak mudah terprovokasi oleh siapapun dan dalam bentuk apapun.

5.Mengecam dengan keras segala bentuk aksi Terorisme yang terjadi yang menimbulkan rasa mencekam serta menimbulkan korban jiwa dan material.

6.Mendukung tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Demikian Deklarasi ini kami buat untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh segenap warga bangsa khususnya segenap lapisan masyarakat Kabupaten Tabanan demi tegaknya Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib serta lancar berakhir pada pukul 21.30 wita yang diakhiri dengan foto bersama.

Facebook Comments