Berita Terbaru

Antisipasi Sidang Umum Interpol, Polres Tabanan Gelar Simulasi Penanganan Unjuk Rasa

Dalam rangka mencegah, memelihara/menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman kondusif, khususnya  dalam upaya penanganan, pengendalian dan penanggulangan massa anarkis, sesuai dengan amanat Undang – Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI, Peraturan Kapolri nomor 16 tahun 2006 tanggal 5 Desember 2006, Protap 01 tahun 2010 tentang penanggulangan massa anarkis, serta Surat Perintak Kapolres Tabanan nomor : Sprin / 440 / IV / 2016 tanggal 23 April 2016,  tentang pelaksanaan latihan / simulasi pengendalian massa dalam rangka kesiapan Polres Tabanan menghadapi Sidang Interpol di Bali tahun 2016.

Berkaitan dengan prihal tersebut pada hari Rabu tanggal 18 Mei 2016 jam 09.00 wita – selesai, Polres Tabanan mengadakan kegiatan Simulasi pengendalian massa dalam rangka kesiapan Polres Tabanan menghadapi sidang Interpol 2016 di Bali, bertempat di Jalan Pahlawan ( Depan Mapolres Tabanan ).

Penanggung jawab simulasi, Kapolres Tabanan  AKBP PUTU PUTRA SADANA, SIK, MHum, MM.

Peserta simulasi Anggota Dalmas Inti dan Dalmas  awal Sat Sabhara Polres Tabanan bergabung dengan Sat Sabhara Polsek jajaran berperan sebagai pasukan mengendali massa yang dipimpin oleh Kasat Sabhara Polres Tabanan AKP I GUSTI PUTU SUDARA, Anggota Sat Lantas Polres Tabanan, Anggota Potroli Sabhara Polres, anggota Sat Intel, dan Bhabinkamtibmas Desa KUTUH  Kec. Kerambitan, memerankan adegan melaksanakan kegiatan rutin  sehari-hari, diantaranya Turjawali dan Anggota Staf Polres Tabanan dan PNS memerankan adegan sebagai kelompok massa yang anarkis.

Latihan / Simulasi pengendalian massa diliput oleh Wartawan media cetak dan Elektronik lokal dan Nasional, rangkaian kegiatan simulasi disaksikan oleh para undangan Bupati Tabanan yang diwakili oleh Kepala Sat Pol PP Pemda Tabanan, Komandan Kodim 16/19 Tabanan yang diwakili oleh Kasdim, Komandan Rindam IX Udayana, Kajari Kab. Tabanan yang diwakili Kasi Pidum dan Ketua Pengadilan Negeri Kab. Tabanan.

Rangkaian adegan yang disimulasikan  dimana Personel Sat Sabhara bersama dengan Sat Lantras, Sat Intel yang bertugas sehari – hari di Pos Qiks Respon mengawali tugas menerima APP dari Padal ( perwira Piket ), selanjutkan melaksanakan tugas rutin. Sementara disuatu tempat dipinggir jalan anak muda berkumpul sedang menikmati minuman keras, diketahui oleh warga namun tidak berani mengingatkan dan melaporkan kepada anggota Bhabin, anggota Bhabin selanjutnya yang memberikan peringatan agar berhenti minum, saat itu juga muncul anggora Patroli rutin Sabhara, para pemuda yang minum-minum dapat dibubarkan dan pergi mengendarai Sepeda motor.

Kelompok pemuda tadi dalam keadaan mabuk mengendari sepeda motor melintas melewati Jalan Pahlawan dalam perjalanan menyenggol  pengendara lain shg jatuh, unit Sabhara yang saat itu patroli menemukan kejadian laka langsung mengamankan TKP dan melaporkan kepada Unit Penanganan Sat lantas.

Unit Penanganan Laka Lantas datang melakukan penanganan / olah TKP dan Unit Kesehatan melakukan pertolongan terhadap Korban, bersamaan dengan itu pula para Pemuda yg dalam keadaan mabuk mengamuk, kemudian Unit Lantas minta bantuan kepada Unit Raimas Sabhara, Unit Jatantras Sat Reskrim, para pemuda dapat diamankan dan dibawa ke Polres Tabanan untuk dimintai ketarangan.

Sementara warga masyarakat yang lain mendengar rekannya ( para pemuda ) itu diamankan di Kantor Polisi, sehingga terkonsentrasi sekitar 100 orang massa menuju Polres Tabanan, meminta rekannya dibebaskan, kelompok massa diterima KSPKT diberi arahan supaya tenang, namun  massa semakin tidak terkendali, kejdian itu dilaporklan kepada Kabag Ops, Kabag Ops memerintahkan membunyikan bel / alrm tanda situasi Darurat, sehingga dalam waktu singkat anggota Polres terkumpul, Pasukan Dalmas menyiapkan peralatan Dalmas.

Kelompok massa semakin banyak, situasi semakin tidak terkendali, tindakan pertama kelompok massa dihadang oleh Dalmas awal namun massa semakin tidak terkendali, sehingga datang bantuan Dalmas inti menggunakan peralatan lengkap termasuk disiapkan Mobil water canon. Massa dihadang oleh Dalmas Inti,  namun massa tetap beringas melakukan pelemparan, membakar ban di jalan, selanjutnya Komandan Kompi Dalmas  memerintahkan membukarkan massa dengan semprotan water canon, massa lari semburat, namun tetap tidak mau membubarkan diri.

Selanjutnya Pasukan Raimas yang telah siap dengan senjata Gas Air Mata memberikan peringatan sebanyak tiga kali atas nama undang-undang kami meminta sepaya saudara membubarkan diri.  Karena massa tetap bertahan tidak mau bubar selajutnya diperintahkan untuk melakukan penembakan dengan menggunakan gas air mata sehingga massa kocar-kacir menyelamatkan diri. Para provokator dalam aksi unjuk rasa ini ditangkap dan dimintai ketarangan dan pertanggungjawaban atas aksi anarkis ini dan kegiatan simulasi berakhir.

Dengan diadakannya kegiatan simulasi ini disamping untuk menambah kemampuan serta pemahaman personil nantinya dalam menghadapi unjuk rasa yang sebenarnya juga untuk menyiapkan diri dalam menghadapi dan pengamanan jalannya sidang umum Interpol tahun 2016 yang akan diadakan di Bali sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman.

 

Facebook Comments